MBG Investasi Strategis Bangun Kualitas Generasi Indonesia

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:39:16 WIB
MBG Investasi Strategis Bangun Kualitas Generasi Indonesia

JAKARTA - Upaya membangun generasi yang sehat dan berdaya saing tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas asupan gizi anak sejak usia dini. 

Dalam konteks inilah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditempatkan sebagai langkah strategis jangka panjang. Sosialisasi mengenai pentingnya program ini terus dilakukan guna memastikan masyarakat memahami bahwa kecukupan nutrisi adalah fondasi utama masa depan bangsa.

Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, menyampaikan edukasi kepada warga dan keluarga penerima manfaat di Perum Villa Mutiara, Desa Wanajaya, Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Perubahan pola makan anak-anak sudah mulai terlihat. Salah satu contoh konkret, anak-anak sekarang mulai menyukai sayur karena setiap hari menikmati menu MBG,” kata Obon.

Edukasi Gizi dan Mekanisme Program

Dalam kesempatan itu, Obon menjelaskan bahwa sosialisasi difokuskan pada pemahaman gizi seimbang, mekanisme program, serta peran masyarakat dalam pengawasan di lapangan. 

Pendekatan ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut terlibat aktif dalam menjaga kualitas pelaksanaan program.

Ia menyinggung berbagai tantangan pada fase awal pelaksanaan program termasuk adanya indikasi kesalahan penyajian makanan. Hal tersebut menjadi catatan penting untuk evaluasi bersama, mengingat kualitas makanan sangat menentukan keberhasilan tujuan program.

Dia menyebut salah satu faktor pemicu adalah proses memasak yang terlalu cepat sebelum distribusi. Meski demikian, evaluasi dan perbaikan disebut terus dilakukan sehingga pelaksanaan program semakin terkendali dan mendapat respons lebih baik dari masyarakat. 

Perbaikan berkelanjutan ini menjadi kunci agar program tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak optimal.

Fondasi Seribu Hari Pertama Kehidupan

Obon menekankan pemenuhan gizi sejak usia dini menjadi fondasi penting bagi kualitas generasi mendatang, terutama pada masa seribu hari pertama kehidupan atau golden period. Pada fase tersebut, asupan nutrisi dinilai sangat menentukan perkembangan otak dan kapasitas belajar anak.

“Kalau sejak kecil anak diberi makanan bergizi, otaknya bisa berkembang optimal. Ke depan, persaingan akan semakin keras dan terbuka secara global,” jelas Obon.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa investasi di sektor gizi bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan bagian dari strategi meningkatkan daya saing bangsa. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan nutrisi memadai memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara kognitif, emosional, dan fisik.

Kesadaran akan pentingnya periode emas ini menjadi dasar kuat pelaksanaan MBG. Program ini diharapkan mampu mengurangi risiko stunting serta berbagai masalah gizi lain yang berpotensi menghambat perkembangan anak.

Pembangunan SDM Seiring Infrastruktur

Obon juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang berjalan beriringan dengan pembangunan fisik. Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, pemerintah disebut menaruh perhatian pada penguatan kualitas generasi melalui program gizi dan pendidikan.

Pendekatan ini mencerminkan visi pembangunan yang komprehensif. Infrastruktur memang penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, namun kualitas manusia yang mengoperasikan dan memanfaatkan infrastruktur tersebut menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang.

Selain MBG, sejumlah program pendukung lain turut dijalankan, seperti Sekolah Rakyat, rencana pembangunan SMA Garuda di tiap kabupaten, serta penyediaan berbagai skema beasiswa bagi pelajar. Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas generasi dilakukan melalui pendekatan terpadu antara gizi dan pendidikan.

Peran Orang Tua dan Pengawasan Bersama

Keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Obon mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk ikut memantau kualitas dan distribusi program di lingkungan masing-masing agar manfaatnya tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Program ini adalah investasi masa depan. Kita semua harus bersama-sama mengawasi dan memastikan kualitasnya terus meningkat demi generasi yang lebih sehat dan berdaya saing,” ujarnya.

Pengawasan dari masyarakat menjadi elemen penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Dengan keterlibatan warga, potensi kendala di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diperbaiki. Kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program.

Melalui pendekatan edukatif, evaluasi berkelanjutan, serta dukungan kebijakan yang menyeluruh, MBG diposisikan sebagai investasi strategis untuk membangun generasi unggul. 

Perubahan pola makan anak yang mulai menyukai sayur menjadi indikator awal bahwa intervensi gizi dapat membentuk kebiasaan positif.

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Gizi yang terpenuhi sejak dini menjadi pondasi bagi kemampuan belajar, produktivitas, serta daya saing global di masa mendatang.

Dengan komitmen bersama dan pengawasan yang konsisten, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi agenda jangka pendek, tetapi bagian dari strategi besar mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Terkini